Cara dan Strategi Memulai Bisnis Kuliner Mulai Dari Nol
Hingga Berhasil
1.
Persiapkan modal usaha
Sebelum kamu memulai bisnis kuliner, ada
baiknya kamu mempersiapkan modal. Modal yang dimaksud berupa kas, aset,
perlengkapan, SDM, dan lain sebagainya. Jika kamu tidak memiliki kemampuan
(skill) dalam bidang kuliner, kamu bisa membentuk sebuah tim yang berisikikan
tenaga ahli di bidang kuliner. Tentunya, kamu membutuhkan modal yang lebih
banyak lagi. Berbeda halnya jika kamu memiliki kemampuan (skill) dalam bidang
kuliner. Kamu bisa saja merekrut tenaga kerja dan kemudian mengadakan pelatihan
kepada mereka
2.
Tentukan lokasi yang strategis
Lokasi usaha ini akan menentukan banyak atau
tidaknya jumlah pelanggan yang kamu miliki. Oleh karena itu, tentukanlah lokasi
usaha yang strategis seperti tempat yang sering dilalui orang banyak. Akan
tetapi, ketika menentukan lokasi usaha kamu juga harus mempertimbangkan berapa
banyak modal yang kamu keluarkan untuk menempati lokasi tersebut. Jangan sampai
modal yang kamu miliki habis hanya untuk menyewa tempat usaha saja.
Jika kamu
tidak memiliki modal yang cukup banyak untuk menyewa tempat usaha, kamu bisa
saja menjajakan dagangan kamu dengan cara menitipkannya ke tempat-tempat yang
strategis seperti toko yang telah terkenal dan banyak pelanggannya. Lokasi yang
cukup strategis untuk menitipkan dagangan kamu seperti sekolah, kampus, kawasan
perkantoran, pasar, perumahan, tempat wisata, dan lain sebagainya.
3.
Siapkan menu andalan
Sebelum bisnis kuliner berjalan, ada baiknya
kamu mempersiapkan terlebih dahulu daftar menu yang disediakan. Cara terbaik
dalam menyusun daftar menu adalah dengan melakukan survei pasar. Terlebih
dahulu kamu harus tahu selera konsumen dan menu-menu favorit yang disukai
konsumen. Lalu, susunlah daftar menu yang kamu sediakan.
Daftar menu itu sendiri terdiri dari 3 jenis,
yaitu menu biasa, menu favorit, dan menu khusus. Menu biasa merupakan daftar
menu yang tidak memiliki banyak pesaing. Menu favorit merupakan menu yang
paling banyak peminatnya. Menu inilah yang akan memiliki banyak sekali
kompetitor. Sedangkan menu khusus merupakan menu yang disediakan khusus oleh
pemilik bisnis dan sangat jarang dimiliki bahkan tidak tersedia di tempat lain.
Dari ke tiga jenis menu tersebut, kamu wajib
memiliki menu khusus yang sering disebut dengan menu andalan. Di sini kamu
menyediakan sebuah atau lebih menu yang menjadi ciri khas bisnis kamu. Lalu
bagaimana cara menciptakan menu andalan ini? Inilah pentingnya kenapa kamu
harus melakukan survei pasar. Kamu bisa mengetahui menu khusus apa saja yang
dimiliki kompetitor. Dari menu yang mereka miliki, kamu harus memberikan
inovasi lebih agar dapat menjelaskan ciri khas bisnis kamu. Selain itu, kamu
juga bisa menciptakan menu terbaru yang belum ada di manapun.
4.
Tentukan target pasar
Pada dasarnya, target pasar ini harus disesuaikan
dengan jenis usaha. Pada usaha kuliner, target usaha dapat terbagi tiga, yaitu
anak-anak, remaja, dan dewasa. Selain itu, kamu juga bisa mengkategorikan
target pasar kamu berdasarkan daerah. Misalnya orang dari daerah Sumatera lebih
menyukai masakan pedas, sementara di daerah Jawa, orang lebih menyukai masakan
manis. Dengan memiliki target pasar, bisnis kamu akan memiliki tujuan yang
pasti. Setelah memiliki target pasar yang tepat, maka kamu siap menjalankan
bisnis kuliner.
5. Persiapkan sumber daya manusia (SDM)
Jika bisnis kamu cukup besar, kamu akan
membutuhkan tenaga kerja pendukung. Standarnya, tenaga kerja pada bisnis
kuliner dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu, koki, pelayan (waiters/waitress),
dan kasir. Namun, kamu pasti memerlukan biaya lebih bila memiliki karyawan yang
banyak. Jika bisnis kamu dalam skala kecil, ada baiknya kamu hanya menggunakan
satu orang asisten. Yang paling penting pada poin ini adalah ukuran dan
kebutuhan usaha kamu. Jika usaha kamu hanya membutuhkan satu orang karyawan,
maka pilihlah satu orang karyawan.
6. Bekerja sama dengan penyalur bahan baku
Bagi pemilik bisnis sangat dianjurkan memiliki
distributor bahan baku tersendiri yang dapat memasok bahan baku yang kamu
perlukan setiap harinya. Hal ini bertujuan agar setiap proses produksi dapat
berjalan dengan lancar. Apabila kamu memiliki distributor tetap, kamu dapat
merasakan berbagai keuntungan lainnya. Di antaranya, kamu bisa mendapatkan
harga yang relatif lebih murah ketimbang kamu mencarinya sendiri. Selain itu,
dalam keadaan sulit sekalipun seperti bahan baku yang langka di pasaran, kamu
akan menjadi prioritas mereka memasok barang.
Sebagai pemilik bisnis yang cerdas, kamu harus
memiliki strategi dalam bekerja sama dengan distributor. Salah satunya adalah
dengan memilih distributor lebih dari satu. Hal ini bertujuan agar kamu tetap
tidak kekurangan barang baku bila terjadi kelangkaan. Jika salah satu tidak
dapat memasok bahan baku, maka distributor yang lainnya dapat menutupi
kekurangan barang baku yang kamu butuhkan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar